LANGITMUSIK.COM: MENGEMAS VISUAL UNTUK BAND

MENGEMAS VISUAL UNTUK BAND
Oleh Rio Farabi
Pada kesempatan kali ini saya (Rio Farabi) akan membagi cerita dibalik proses rancang grafis dari album White Shoes & The Couples Company. Grafis album pertama dan EP WSATCC sepenuhnya dikerjakan oleh kami sendiri (Album Vakansi kami kerjakan bersama Tony Tandun). Ini sendiri terjadi semata-mata karena kami terlalu excited dengan apa yang kami lakukan. Walaupun harus repot-repot dalam mengerjakannya toh hasil memuaskan. Lagi pula, diantara kami hanya Mela dan John yang mempunyai kerja tetap (sebagai seorang guru), selebihnya kami bekerja freelance. Karena itulah kami jadi punya banyak waktu untuk mengerjakannya.

Bagi kami, kemasan album sama pentingnya dengan hasil rekaman. Keduanya merupakan satu keutuhan yang saling berkaitan. Kami yakin produksi rekaman yang bagus, jika ditunjang artwork yang bagus, maka album tersebut akan menjadi sebuah karya yang bisa dinikmati sampai kapan pun. Ketika kalian membeli album secara fisik, kalian sebenarnya sudah membeli sebuah artwork yang utuh.

WSATCC 1stAlbum AksaraRecords & Universal, Indonesian Release 2005
WSATCC 1stAlbum Minty Fresh, USA Release 2007
WSATCC 1stAlbum AvantGarde, Taiwan Release 2009

Okelah, orang bisa beli album bajakan kami di lapak-lapak kaki lima, mengunduh gratis di internet, atau juga berbagi file dari komputer ke komputer. Kami sepenuhnya sadar dengan situasi seperti itu. Karenanya, dengan membuat kemasan album yang menarik, tentu nilai jual dari album itu sendiri akan bertambah. Apalagi cover albumnya dibuat (juga) oleh personil band itu sendiri, tentunya akan terasa lebih istimewa.

Album pertama kami yang berjudul “White Shoes And the Couples Company” sepenuhnya dirancang oleh kami sendiri. Semua anggota ikut memberikan kontribusi untuk sleeve design album ini. Meski album ini dirilis tahun 2005, produksi pembuatan artwork album sudah dimulai dari pertengahan 2004. Kala itu, kami sepakat kalo album ini adalah album dokumentasi dari kumpulan lagu-lagu kami, yang kelak akan kami tunjukkan ke anak cucu dengan bangga hati. Karena itulah, kami pun sepakat kalo design artwork album ini akan berbentuk seperti Album Foto. Ya, album foto keluarga yang isinya adalah foto-foto anggota keluarga, rekaman dari macam-macam kejadian, dan juga catatan-catatan yang sekiranya penting untuk di ingat.



Berfoto di depan rumah, adalah hal yang sangat umum. Silahkan buka kembali album foto orang tua kalian. Berfoto depan rumah, atau kadang bersama kendaraan pribadi, adalah suatu kebanggaan. Sebuah tanda kesuksesan dan juga keharmonisan.

Pertama, untuk album cover. Kami ingin album ini terlihat simple tapi elegan. Kami pilih warna dasar putih, dengan tulisan White Shoes & The Couples Company berwarna silver. Pada awalnya tulisan silver itu berupa plat besi tipis, menyerupai emblem, tapi karena kepentok harga produksi, jadilah ide plat itu kami sederhanakan. Cover ini nantinya akan berupa booklet. Sebuah album foto mini, berukuran Compact Disc. Tanpa plastic case seperti album CD pada umumnya.

Oh iya, di album ini  kami mempunyai ide untuk membuat  kolase dari foto-foto kami. Kolase seperti ini biasanya selain ada di album foto kadang juga di bingkai dan digantung diruang tamu. Sesuatu yang bisa dibagi untuk tamu-tamu yang berkunjung kerumah. Sekali lagi ini memperlihatkan keharmonisan keluarga dirumah. Foto-foto dalam lembaran kolase ini berasal dari koleksi foto-foto kami disaat kami berpergian sebagai band, dan beberapa disaat kami sedang rekaman. Beruntung, manajer kami selalu membawa kamera digital kemana-mana, jadi stok foto kami memang lumayan banyak.

Kami sangat bersenang-senang dalam mengerjakan album ini. Baik disaat rekaman maupun pada saat mengerjakan artwork untuk album ini. Banyak ide-ide muncul ketika proses merancang cover album ini, seperti cara penulisan lirik-lirik lagu. Kami meminjam mesin tik bendahara kantor organisasi seni ruangrupa untuk menulis lirik di album ini. Lirik ditulis diatas kertas berwarna dan ditambah dengan tempelan stiker-stiker lama kami, dan hasilnya sangat memuaskan.


Stiker-stiker yang ada di album ini juga mempunyai cerita unik, berawal dari pertemanan kami dengan Bambang Toko, seorang seniman asal Jogja. Dari beliaulah kami mendapatkan info stiker-stiker yang pernah menghibur ibukota dengan pepatah-pepatah bijaknya. Selain kata-katanya yang lucu, stiker ini mempunyai image yang sangat khas. Sangat Indonesia. Faktor ini jugalah yang membuat kami memasukkan stiker kedalam design album kami. Ada beberapa yang kami ambil langsung, ada juga yang kami edit dan lay-out ulang sesuai dengan kebutuhan designnya.

Satu hal yang paling penting buat kami adalah, di album ini kami ingin sekali menunjukkan kota Jakarta. Kami berfoto di beberapa landmark penting yang jarang ter-expose. Kami lebih memilih gedung RRI (Radio Republik Indonesia), Museum Gajah, Air mancur depan Monas, dan Bank Indonesia dibanding HI atau Monas yang sudah terlalu umum. Selanjutnya landmark-landmark unofficial lainnya yang selalu kami buru dalam setiap foto di album kami berikutnya. Tempat terakhir kami berfoto adalah didepan BB’s café menteng. Tempat ini spesial buat kami, apalagi tempat ini jugalah yang menjadi penanda lahirnyascene baru di kota Jakarta.

Yang terakhir adalah ilustrasi sepasang pemuda-pemudi dengan tagline “Untuk Anda Yang Berjiwa Remaja”. Ilustrasi ini diambil dari beberapa stiker dan kemudian dikolase sedemikian rupa sehingga membentuk image baru. Ilustrasi ini dibuat sebagai artwork penutup, dan tagline dipakai sebagai statement/pernyataan sikap kami di album ini bahwa album ini dibuat hanya bagi anda yang berjiwa “remaja” (yang mana kita tahu bahwa masa remaja adalah masa dimana semua menjadi lebih menggelora, hasrat lebih menggebu)

Waktu SD saya membeli album Blood Sugar Sex Magik dari Red Hot Chilli Pepper. Sesampainya dirumah, kasetnya langsung saya putar, dan bernyanyi, lompat-lompat sambil membaca lirik yang ada di cover. Kejadian seperti ini berlangsung terus sampai saya kuliah (walaupun ga selalu lompat-lompat! hehehe…!). Mungkin hari ini bila ingin mencari lirik dari lagu favorit, kita bisa langsung googling. Tapi membeli sebuah album, membuka bungkus plastik, melihat artwork dan foto-foto didalam sleeve-nya, serta bernyanyi sambil membaca lirik itu sangat menyenangkan.

Pengalaman inilah yang ingin saya berikan kepada mereka, pembeli album yang sudah kami buat. Membeli album adalah investasi. Bisa jadi harta yang sangat berharga buat generasi dibawah kita. Karena karya album rekaman musik adalah karya seni yang sifatnya abadi.

Album ini diproduksi dalam bentuk CD dan kaset. Album ini pun sudah dirilis di Amerika Serikat (oleh Minty Fresh, yang distribusinya juga ke Kanada, Amerika Selatan, Australia dan Jepang), Taiwan (AvantGarden Records) dan Korea Selatan (Boss Moon, Beatball).

Sebagai penutup catatan ini, kalian bisa lihat 3 desain yang berbeda dari rilisan album pertama kami. Yaitu rilisan di Indonesia (Aksara Records & Universal), Amerika Serikat (Minty Fresh), dan Taiwan (AvantGarden Records) pada gambar ilustrasi postingan ini! Lalu, jika berkenan, review album ini dari sebuah website terkemuka di Amerika Serikat bisa kembali disimak disini.

Baca juga White Shoes & The Couples Company dan Musisi-musisi lainnya bercerita berbagi pengalaman, inspirasi dan kesukaan di LANGIT MUSIK.COM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *