SIARAN PERS ALBUM VAKANSI

SIARAN PERS ALBUM VAKANSI – White Shoes & The Couples Company

Jakarta, 1 Oktober 2010

Selamat Siang rekan-rekan semuanya,

Album ke 2 kami akan segera rilis!

Lewat surat ini kami mengundang rekan-rekan semua untuk menghadiri acara peluncuran album baru kami yang berjudul “Album Vakansi” pada hari Rabu tanggal 6 Oktober 2010, jam 16.00 – 18.00 di Galeri Foto Antara, Jl. Antara no. 9, Pasar Baru, Jakarta.

8 tahun berlalu, jujur saja jika kembali ke pertengahan tahun 2002 ketika pertama berdiri, saya tidak mengira White Shoes & The Couples Company akan berjalan sejauh ini sebagai sebuah band. Ini adalah rilisan ke 3 setelah sebelumnya mengeluarkan album pertama di tahun 2005 dan mini album Skenario Masa Muda di tahun 2008. Rasanya baru kemarin kami masih duduk berkumpul memainkan lagu-lagu kami menumpang di kelas jurusan musik hanya dengan piano dan gitar akustik bahkan kadang di tengah sebuah studio yang belepotan tanah liat, kadang ditemani bau cat minyak atau bau M3 (pelumat tinta sablon). Semua yang berlalu selama lebih kurang 8 tahun ini tidak terasa dilewati, kadang bahkan ada memori-memori manis yang terlupa.

Saya rasa ini mungkin penyebabnya mengapa saya tidak kerja disebuah kantor, terlalu mencintai White Shoes & The Couples Company. Saya dan beberapa rekan seperti Rio dan Saleh hanya bekerja secara freelance dari rumah bahkan tinggal nomaden untuk memungkinkan semuanya terjadi, Album Vakansi. Entah mengapa, saya sendiri tidak tahu apa yang pantas di korbankan untuk jarang bertemu keluarga, demi bermusik kah? Atau demi bersama teman-teman kah? Saya rasa saya memilih untuk menginspirasi banyak orang, itulah salah satu alasan mengapa saya bertahan melakukan ini. Sering saya lihat yang datang menyaksikan penampilan kami secara live adalah para muda-mudi umuran remaja. Semangat mereka menggelora, sepertinya 10 kali lipat lebih besar dari saya dan kawan-kawan diatas panggung. Mungkin suatu saat mereka bisa membuat musik yang lebih berwarna dan menginspirasi lebih banyak orang lagi.

image1

4 tahun lalu kami terbang ke Bangkok untuk tampil di sebuah festival, Melody Of Life 2006. Ini pertama kalinya saya keluar Indonesia. White Shoes & The Couples Company “menerbangkan” kami ke berbagai dataran di belahan bumi lainnya yang tidak pernah kita tahu sebelumnya. Setelah itu ada festival SXSW 2008 di Austin, Texas, dan CMJ Music Marathon di New York. Saya rasa kebahagiaan akan datang dengan sendirinya apa bila kita menikmati apa yang kita kerjakan. Dan yang paling membahagiakan adalah saya mengalaminya tidak sendirian. Semua suka dan duka yang saya alami sedikit banyak tercatat dalam lirik-lirik lagu dalam Album kedua ini. Secara pribadi saya bisa mengatakan kami berubah banyak, dari mulai hubungan personal hingga musik yang kami mainkan, hmm.. mungkin “berubah” bukan kata yang pas, kami “berkembang” itu lebih tepat. Tidak dipungkiri relasi personal antar individual didalam WSATCC mempengaruhi banyak dalam proses pendewasaan saya, juga proses pendewasaan dalam bermusik, mungkin juga itu yang dirasakan pada Ricky, Mela , Rio, John & Saleh. Bisa dikatakan, beberapa tahun belakangan ini saya memandang hidup layaknya sebuah vakansi yang panjang, bermain musik, menggambar, melukis mural, bersepeda, keluar kota, bertemu teman-teman baru dan menemukan hal-hal yang begitu luarbiasa.

koper

Album Vakansi adalah Koper, Catatan Harian atau Kotak Memori dari pengalaman melalui hari-hari bersama White Shoes & The Couples Company. Catatan pergi ketempat-tempat baru, mengalami hal-hal baru, bekerja sama dengan musisi-musisi legendaris seperti Fariz RM, Riza Arshad dan gitaris jazz, Oele Pattiselano. Saya selalu menganggap bahwa White Shoes & The Couples Company sangat tropikal, namun jangan lupa kami juga datang dari kota Jakarta yang sarat dengan gemerlap malam, tinggal di Indonesia negara kepulauan yang memiliki berbagai budaya. Dan kembali ke dasar, kami hanya anak muda biasa seperti pada umumnya, hanya dengan sebatang rokok dan mendengarkan playlist dari ipod, kita bisa mengkhayal dan menghabiskan sore hari hanya di dalam kamar atau hanya berjalan kaki ke warung terdekat hanya untuk membeli indomie atau racikan cappucinno instan. Jadi jangan pernah meremehkan kekuatan semangat muda.

image2

Mari saya ceritakan tentang beberapa lagu dalam album baru ini dan kolaborasi yang kami lakukan dengan beberapa seniman hebat diluar White Shoes & The Couples Company.

“Kisah dari Selatan Jakarta”, lagu ini di ciptakan oleh oomleo, khusus untuk White Shoes & The Couples Company. Saya sangat menikmati waktu-waktu “nongkrong” bermain musik dengan oomleo, kami bisa seharian memainkan musik apa saja hanya dengan sebuah gitar akustik namun tidak pernah selesai hingga akhir lagu, kecuali untuk lagu-lagu Ismail Marzuki, kami bisa dibilang fans berat. Lagu ini memiliki pengaruh Ismail Marzuki yang sangat kuat, maka itu White Shoes & The Couples Company dengan senang hati menyertakan lagu ini didalam Album Vakansi.

“Ye Good Ol’ Days”, Lagu ini dibuat oleh Ade Firza Paloh, lead vocal dari band SORE. Suatu hari Ade memperkenalkan lagu ini kepada saya dan teman-teman seusai latihan di sebuah studio dimana banyak band-band dari Aksara Records berkumpul. Ade mengatakan lagu ini sengaja ditulis untuk White Shoes & The Couples Company, karena yang menyanyikan enaknya adalah vokal perempuan, Ade pun memberi kebebasan kepada White Shoes & The Couples Company. Awalnya sepertinya sulit, namun setelah itu kami coba dan kami suka sekali dengan hasilnya.

”Matahari”, Lagu ini pada dasarnya di buat oleh Saleh Husein, lead gitar dari White Shoes & The Couples Company, namun liriknya dibuat khusus oleh David Tarigan secara spontan. Lirik ditulis ketika kita akan take vokal didalam studio, proses rekaman yang begitu menyenangkan, karena bernyayi beramai-ramai tanpa beban sama sekali. Saya sengaja menguatkan aksen lokal Indonesia saya ketika berbahasa inggris karena David bilang terdengar lebih eksotis, karena lagu ini inspirasinya dari Indonesia belahan Timur, jadi vokalnya mesti eksotis, seperti layaknya Miriam Makeba dengan sangat anggun menyanyikan lagu-lagu indah berbahasa Inggris dengan lidah Afrika-nya.

“Selangkah Keseberang”, Lagu ini dalah lagu asli dari Fariz RM. Awal pertemuan dengan Oom Fariz (begitulah kami biasa menyebut beliau) adalah ketika Oom Fariz mengundang White Shoes & The Couples Company untuk tampil bersama di konsernya di Rolling Stone Indonesia. Kami membawakan dua buah lagu ketika itu, dan salah satunya adalah lagu ini. Saya pikir orang sudah jarang membuat lagu seperti ini, isinya sarat keoptimisan dan mampu membangkitkan gairah pemuda untuk melangkah maju, paling tidak mampu membakar semangat saya. Jika memiliki dampak seperti ini pada saya , saya rasa tidak mustahil dampaknya juga kemungkinan sama kepada orang lain yang mendengarkannya.

“Vakansi” Lagu ini diciptakan oleh Ricky Surya Virgana, Ricky selalu menyerahkan kepada saya sepenuhnya untuk penulisan lirik, karena melodinya sangat tropis dan sarat dengan nuansa tamasya dan berlibur, maka saya tulis liriknya mengenai itu. Teringat album-album kaset jazz combo dari Jack Lesmana yang biasa kita dengarkan dalam mini bus ketika White Shoes & The Couples Company berpergian keluar kota, salah satu pengisi gitar didalamnya adalah Oele Pattiselanno. Maka itu tercetuslah ide untuk berkolaborasi dengan beliau. Lagu ini menjadi sangat spesial karena rekamannya direkam secara live, dengan bantuan Riza Arshad sebagai Sound Engineer yang membuat lagu ini menjadi bernyawa, dan White Shoes & The Couples Company bermusik dengan arransemen pimpinan Oele Pattiselanno.

Sekian dulu dari saya, tolong sebarkan kabar berita ini ke handai taulan semua bahwa Album Vakansi akan segera rilis, dengan bahagia saya sampaikan.

Setulusnya,
Aprilia Apsari
(Vokalis White Shoes & The Couples Company)

* * * * * *

White Shoes & The Couples Company adalah: Aprilia Apsari (vokal), Rio Farabi (gitar akustik, vokal latar), Saleh Husein (gitar elektrik, vokal latar), Ricky Surya Virgana (bass, cello, vokal latar), Aprimela Prawidyanti (keyoboards, piano, viola, vokal latar), John Navid (drum, perkusi). Sekarang ini bekerjasama dengan Purapura Records yang didirikan oleh David Tarigan, Dono Firman & Aldo Sianturi dan Album Vakansi didistribusikan oleh demajors Independent Music Industry (DIMI).

* * * * * *

TRACK NOTES:

Track Notes ‘Album Vakansi’ ditulis oleh White Shoes & The Couples Company

Track 1: Berjalan-Jalan
”Menjadi musisi adalah salah satu pekerjaan yang paling menyenangkan. Kita bisa ke luar kota atau negara lain dan mendapat kenangan yang luar biasa manisnya, Namun walau hingga ke benua lain, manisnya kenangan itu tak sebanding dengan kehangatan dan kebahagiaan di kampung halaman sendiri. Lagu ini sengaja dibuat accapella karena seperti mengingatkan kembali ketika masa kita masih kanak-kanak, tanpa iringan instrumen apa-apa, bernyanyi bersama teman-teman terasa begitu menyenangkan.” – Aprilia Apsari

Track 2: Zamrud Khatulistiwa (versi 2010)
”Sebuah negeri nan elok yang membentang luas terbelah garis khatulistiwa, itulah negeri dimana kami berada. Letak geografis yang rawan akan bencana alam, membuat kita seharusnya selalu waspada terhadap bencana yang suatu saat akan terjadi. Lagu ini secara khusus kami ciptakan untuk menyambut undangan dari Franki Indrasmoro alias Pepeng dari band Naif, untuk ikut dalam sebuah album kompilasi kampanye “Siaga Bencana Nasional” yang diproduksi oleh Electrified records milik band Naif dan LIPI(Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) di Agustus 2008. Lagu ini kemudian kami sempurnakan lagi di awal 2010 dengan memasukkan alat musik timpani dan melakukan proses mixing ulang. Dalam rekaman ini saya menggunakan synthesizer dari micro korg diawal lagu, yang masuk berbarengan dengan suara alat musik timpani, dan saya menggunakan piano untuk membuat melodi yang berkesan simple di bagian tengah lagu.” -Aprimela Prawidyanti

Track 3: Senja Menggila (versi album)
”Inspirasi musik kulit hitam pada era Motown sangat berpengaruh, terdengar pada bass , gitar funk yang centil dan dentuman drum tak kuasa menahan kita menghentakkan kaki mengikuti setiap beat nya. Lirik lagu gayung bersambut dengan musik nya, lagu Senja Menggila ini menyerap senja di Jakarta yang semakin “berat terasaaa!!”.
Tak ada ruang tersisa untuk bermain saat senja di Jakarta, sekarang beralih dengan kendaraan berasap sehingga tak ada lagi libur di kepala kita semua. Saatnya menghentakkan kaki bersama-sama.” – Saleh Husein

Track 4: Selangkah Keseberang
“Selangkah keseberang arah cipta ku kini.. “. Benar sekali! Optimis . Itu yang terlintas dipikiran saya ketika membaca lirik lagu ini. Spirit lagu ini merupakan penerjemahan dari spirit seorang Faiz RM yang penuh dengan pendobrakan dalam dunia musik. Lirik lagu ini tidak akan habis dimakan jaman, karena anak muda memang seharusnya terus melangkah.” -Yusmario Farabi

Track 5: Rented Room
Kadang kita membutuhkan ruang yang lebih besar untuk bernafas lebih lega dan berfikir lebih jernih. Lagu ini tentang semua itu. Saya tulis secara spontan di kamar sewaan yang sempit pada pertengahan tahun 2006 dan kemudian kami menyempurnakannya di tahun 2009-2010.” – Aprilia Apsari

Track 6: Kampus Kemarau
”Cinta dan sakit hati terhadap kampus tercinta … mungkin sangat mewakili hati saya di lagu Kampus Kemarau ini, suasana kampus yang tenang ,ramah, bersahabat dan menyenangkan serta sejuta mimpi kami untuk menjadi seseorang,†tiba-tiba dirusak oleh sebuah birokrasi kampus yang sangat menyesakkan saya dan juga teman-teman di kampus. Semua terurai jelas dalam lagu ini.
Balutan string dan woodwind yang ciamik dan penulisan komposisi gaya avant garde pada bagian interlude di menit 02.36 sangat mewakili suasana Kemarau di kampus.” – Ricky Surya Virgana

Track 7: Sans Titre
”Paris 1978. Dingin. Apartemen dengan perabot minim. Telfon jarak jauh, dan misunderstanding.
Terima kasih untuk Mondo, David, Dono dan Asra yang telah membantu saya menerjemahkan lagu ini.” – Yusmario Farabi

Track 8: Hacienda
Alangkah indahnya mempunyai rumah di tepian Pasific Cost Highway , hal ini terjadi sewaktu lawatan tour White Shoes & The Couples Company yang kedua ke Amerika Serikat. Saat itu rombongan kami mengendarai sebuah minivan dari kota Los Angeles menuju San Francisco dan melewati sebuah jalan di tepian pantai Pasific ,saya teringat perkataan seorang maestro cellist; Gregor Piatigorsky’, yang semasa hidupnya selalu berlari dari sebuah konflik (revolusi Uni Soviet, nazi holocaust) :
”Well i am the citizen of the world and i just want to see a peaceful in this world and stay in my house in Pasific Cost until the end of my life”
Dari situ saya hanya mengkhayal sepanjang jalan yang dilalui minivan kami, melewati Pasific Cost Highway. Wah gila, enak banget ya, hidup tenang damai dan santai di tepian pantai Pasifik sambil ditemani iringan lagu ”Move On Up” karya Curtis Mayfield. – Ricky Surya Virgana

Track 9: Masa Remadja
”Ketika mendengar lagu ini dari Sari pertama kali, berkesan seperti lagu yang dikarang orang lain, tapi tidak juga, karena terasa akrab di telinga.
Adanya aransemen irama disko drum, ditambah dengan alat musik Marimba memberikan nuansa ceria yang mengingatkan akan masa-masa SMA yang enerjik dan menyenangkan. Ditambah pula alunan melodi nakal dari “string”, ….. senakal imajinasi masa remaja.” – John Navid

Track 10: Ye Good Ol’ Days
”Berirama shuffle atau terseret-seret. Ketika bermain ayunan. Kita melayang maju ke depan dan mundur ke belakang. Ada saat dimana saat titik ayunan tertentu kita mendapatkan keasyikan, dan membuat kita ingin mendapatkan kembali sensasi tersebut. Seperti lagu ini, ketika seseorang yang terseret untuk mencari kembali keasyikan yang pernah dialaminya dulu.” – John Navid

Track 11: Vakansi
”Suatu hari Ricky memainkan lagu ini dengan sebuah gitar, lagu yang sangat menyenangkan tetapi belum memiliki lirik, tentang lirik Ricky selalu menyerahkan kepada saya sepenuhnya. Menurut saya mendengarkan irama dan melodinya seperti menikmati liburan disuatu tempat yang tropis dan menyenangkan. Vakansi! Maka saya tulis liriknya mengenai itu.
Hidup itu adalah tentang keseimbangan, kita bekerja keras untuk makmur dan bahagia, kadang sering luput dan lupa waktu, padahal kebahagiaan dirancang untuk dibagi bukan dinikmati sendirian.” – Aprilia Apsari

Track 12: Kisah Dari Selatan Jakarta
” “…ijinkan hamba menutur sebuah cerita..” Betapa ciamiknya lagu ini, karya dari teman sepermainan kami setiap hari bernama Narpati Awangga atau Om leo atau Monster Kepiting. Masih ingat ketika pertama kali mendapatkan lagu ini akord nya sangat ribet sekali.Terinspirasi dari suasana jazz diera tahun 1950an dan pianis handal bernama Nicolaas Maxmilliaan Mamahit atau dikenal dengan nama Nick Mamahit membuat rekaman album Sarinande yang sangat indah. Oya, dalam rekaman ini saya menggunakan piano elektrik Elepian.” – Aprimela Prawidyanti

Track 13: Matahari
” Ketika band new wave XTC berdialog dengan spionase wanita kelahiran 1876 bernama Mata Hari membicarakan semua hal tentang Indonesia, mungkin itu yang ada di kepala anda…
Berfantasi tentang kehidupan bagian timur Indonesia lama seperti Eka Jaya do the Mambo dan duduk manis di depan pantai menjadi inspirasi dalam lirik lagu yang penuh teriakkan keras sekelompok anak muda, bebas terbang berlibur menembus batas..” – Saleh Husein

Contact:
Indra Ameng
+62818817548
indra.ameng@gmail.com
www.whiteshoesandthecouplescompany.org
www.wsatcc.com

Media Relation Purapura Records:
Sarah Ayu Utami
+628568885220
purapurarecords@gmail.com
@purapurarecords & @sarahglandosch
www.purapurarecords.com

demajors Independent Music Industry (DIMI)
Fatmawati Golf Mansion Kav. 30
Jl. RS Fatmawati Raya Cilandak
Jakarta Selatan Indonesia
Phone: +6221 7208860
Fax: +6221 75900150
Booking Enquiries:
Kiki Aulia +628561420332
www.demajors.com
info@demajors.com

25 thoughts on “SIARAN PERS ALBUM VAKANSI

  1. saya sudah dapat! nggak nyesel beli album ini, tapi saya agak menyesal karena nggak datang waktu launchingnya ):
    sukses buat WSATC…
    tetap bertahan dengan ciri khas kalian ya, jangan terdorong komersialitas musik sekarang. jangan sampai keracunan haha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *