Tiga Dara, Catatan Sejarah dan Restorasi

 

White Shoes & The Couples Company, Kineforum & Kampanye Restorasi Film.

Film ini merubah prespektif saya melihat budaya pop Indonesia . Ketika itu di awal tahun 1990’an, saya masih duduk di bangku SMP dan gemar sekali merekam mixtape kaset, lagu-lagu biasanya saya “curi” musik-musik barat dari gelombang radio FM via tape radio JVC milik Ibu saya.  Lalu tak jauh di waktu itu tanpa disengaja saya menyaksikan film ini pada program mingguan pekan film nasional di televisi swasta yang kala itu baru saja muncul dengan format dekoder, namun sayang saya menyaksikannya dalam format tidak lengkap alias hanya awalnya saja karena saya harus pergi ke suatu tempat kala itu. Saat itu informasi sangatlah terbatas, saya mau tahu banyak tentang film ini tapi tak tahu kemana saya hendak mencari info,  maklum belum ada internet.

Waktu berlalu dan memori akan “Tiga dara” perlahan sirna. Barulah ketika di akhir masa kuliah saya menyaksikan kembali film ini selengkapnya, kebetulan seorang kawan dari Kineforum, Lisa Bona namanya sedang menggalang dana untuk project restorasi film-film nasional yang tersimpan di Sinematek (Pusat Perfilman H. Usmar Ismail). Setelah menyaksikan filmnya dengan format lengkap (belum di restorasi) saya, Indra Ameng (manager WSATCC) dan kawan-kawan sangatlah terpana. Film ini menjadi catatan akan sejarah budaya pop yang tidak pernah kami saksikan sebelumnya, di tahun 1950-an, yang sebenarnya ini justru penting untuk menjembatani generasi ke generasi di Indonesia. Tersendatnya restorasi ini benar-benar di sayangkan, karena Film Nasional yang berfungsi juga sebagai dokumen sejarah tidak mendapat prioritas pendanaan oleh pemerintah Indonesia,  bahkan saat itu inisiatif restorasinya mandiri dari kepedulian komunitas film dan pendanaannya pernah dihadiahkan dari negara lain yang memang “mengerti” dengan pentingnya sebuah karya film, ironis.

Singkat cerita White Shoes & The Couples Company ikut memeriahkan mendukung kampanye Kineforum untuk menyebarkan info tentang restorasi film ini. Kebetulan saat itu sekitar tahun 2007 seiring dengan White Shoes & The Couples Company membuat mini album Skenario Masa Muda, dimana kami menyelipkan beberapa dialog dari fim-film nasional yang kami rekam ulang dengan suara kami sendiri bersama kawan-kawan, diantaranya yang di rekam adalah dialog dari fim musikal “Tiga Dara” karya H.Usmar Ismail, 1956  dan film musikal komedi “Ambisi” karya Nya’ Abbas Akup, 1973. Kami pun menyelipkan beberapa lampiran cetak berupa postcard dalam mini album yang berisi tentang project restorasi film oleh Kineforum.

***

Tempo hari saya mendapat undangan untuk datang pada pemutaran perdana “Tiga Dara” dalam format 4K, usainya saya keluar teater dengan hati senang, masih tersihir saya akan kharismanya.. sangat menawan! Untuk semua remaja, muda-mudi, Oom dan Tante di Indonesia.. Selamat menyaksikan “Tiga Dara” dalam format HD (4K) mulai 11 Agustus 2016 di bioskop-bioskop kesayangan anda.

Salam Hangat,

Nn. Sari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *