Sari for Free! Magazine “Sound Chic” #07th 2015 Issue

Screen Shot 2015-05-09 at 11.34.23 PM

White Shoes & The Couples Company vocalist Aprilia Apsari (Sari Sartje) on Free! Magazine “Sound Chic” #07th 2015 Issue . Check all the 6 great photos (PDF format) on digital.freemagz.com , or watch the Free! Magz fashion profile video on You Tube.

Photo by Michael Timothy .

Make up by Anissa Caca .

Styled by Raisha Wirapersada .

Video Ricky Koma .

Venue: Hyde, Kemang, Jakarta.

Ricky Virgana on Telegraph.co.uk Picture of The Day

Ricky Virgana was accidentally photographed by Telegraph.co.uk photographer, he made it in to Picture of the day 4th of May 2015.

White Shoes & The Couples Company was visiting Venice, Italy to join the fun of Venice Biennale 2015.  We we’re just happen to passed this red cafe (since we can’t speak or read Italian we thought it was a cafe). No political intention what so ever, we just simply tourist during the trip.

http://www.telegraph.co.uk/news/picturegalleries/picturesoftheday/11587568/Pictures-of-the-day-7-May-2015.html?frame=3294338

 

Milan, 1 May 2015

IMG_7865.Sepia

At Malpensa Airport, After 16 hours of flight. White Shoes & The Couples Company just arrived in Milan, 1st of May 2015.

left to right: John Navid, Saleh Husein, Aprilia Apsari, Apri Mela Prawidyanti, Ricky Surya Virgana and Rio Farabi (photo by Keke Tumbuan)

WSATCC Mengisi Soundtrack Film “Alvin’s Harmonious World of Opposites”

Screen Shot 2015-04-09 at 11.30.23 AM

“Alvin’s Harmonious World of Opposites”

“Alvin’s Harmonious World of Opposites” adalah Film oleh *Platon Theodoris, White Shoes & The Couples Company berkesempatan ikut serta dalam pengisian soundtrack-nya.

www.platontheodoris.com

Simak trailernya Film “Alvin’s Harmonious World of Opposites” dibawah ini:

 

Dalam rimba musik di Indonesia, Platon Theodoris cukup dikenal baik dan berjasa banyak dalam pembuatan video klip – video klip bagus, beberapa video garapannya yang sangat populer adalah…

Video Klip: Naif (“Posesif” , “Selalu” , “Johan & Enny”), The Brandals (“100 kontrol”), Club 80’s (“Gejolak Kaula Muda”, “Selecta Pop”) / Goodnight Electric (“Supermarket I’m In”), Sore , Peter Pan, Jamie Aditya, Fable, Xahala, Dewi Q, Dewa 19 dan banyak lagi.

Kami senang dapat menjadi bagian dalam pengisisan soundtrack Film ini, semoga juga berkenan di hati kawan-kawan semua.

 

s

White Shoes & The Couples Company Konser di Paviliun 28

10854301_10153083893334641_6805072282308467424_oWhite Shoes & The Couples Company dan Paviliun 28 mempersembahkan

 

“Senen Malam di Petogogan”

White Shoes & The Couples Company Konser di Paviliun 28

Konser – DJ – Penjualan Merchandise Istimewa** – Pameran Memorabilia* – Pemutaran Video

 

Senin, 16 Maret 2015

jam 19.00 – 23.00

di Paviliun 28
Jalan Petogogan 1 No.25, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

 

Tiket:  Rp 75,000,- *

–       Kapasitas terbatas, hanya tersedia 150 tiket

–       Mendapatkan Welcome Drink dari Suwe Ora Jamu

–       Mendapatkan cendera mata poster terbaru dari White Shoes & The Couples Company

 

Cara pembelian tiket:

–  Tiket dapat dibeli secara langsung mulai 14 Maret 2015 di Paviliun 28 Jalan Petogogan 1 No.25, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan mulai jam 17:00 s/d 22:00 atau bisa dibeli di tempat pada hari H Senin, 16 Maret 2015 mulai jam 17.00

–  Nomer kontak pembelian tiket: (021) 95283244

 

 

Salam Hangat dan Sampai Jumpa di Paviliun 28,

White Shoes & The Couples Company

(Aprilia Apsari – Rio Farabi – Saleh Husein – Ricky Virgana – Apri Mela Prawidiyanti – John Navid)

 

** merchandise spesial dan rilisan terbatas kaset single “Lembe-Lembe” akan tersedia saat acara berlangsung

*   pameran memorabilia akan berlangsung hingga tanggal 26 Maret 2015

 

Informasi:

whiteshoesandthecouplescompany.org

@wsatcc

http://www.suweorajamu28.com/

http://www.paviliun28.co/

 

PRESS RELEASE: SINGLE TERBARU DIRILIS DI BANDCAMP

PRESS RELEASE

(scroll down for English version)

 kover bandcamp (1)

 

SINGLE TERBARU WHITE SHOES & THE COUPLES COMPANY DIRILIS DI BANDCAMP

 

Jakarta, 3 Maret 2015,

White Shoes & The Couples Company (WSATCC) – sekstet pop asal Jakarta, Indonesia – merilis single terbaru “LEMBE–LEMBE (Pereybere Version)” dalam format digital download via bandcamp. Single ini dirilis sebagai kelanjutan mini album “WSATCC Menyanyikan Lagu2 Daerah” (2013), dengan membuat versi berbeda dari lagu “LEMBE-LEMBE” yang sebelumnya berada di mini album tersebut.

 

Single “LEMBE–LEMBE (Pereybere Version)” bisa didengarkan dan didapatkan di:

https://whiteshoesthecouplescompany.bandcamp.com/releases

 

Lagu ini merupakan aransemen ulang dari lagu populer berbahasa daerah Indonesia yang berasal dari Maluku. Bagi kami orang  Indonesia, ketika belajar musik di sekolah dasar, kami selalu diajarkan untuk menyanyikan lagu-lagu berbahasa daerah. Karena itu sejak dulu lagu berbahasa daerah memang telah menjadi bagian dari musik populer Indonesia. “LEMBE-LEMBE” adalah salah satu lagu yang paling populer diantara banyak lagu berbahasa daerah Indonesia lainnya yang begitu indah hingga lekat dalam ingatan dan dekat di hati.

 

Single yang kami rilis ini adalah sebuah tribut bagi lagu populer berbahasa daerah Indonesia dan masa kejayaan musik pop Indonesia. Kami merekam lagi lagu ini dalam versi yang berbeda di Studio Kapricorn yang berlokasi di daerah Pereybere di Mauritius pada September 2013, saat kami sedang mengunjungi pulau itu dalam rangka memenuhi undangan tampil di festival musik Kaloo Bang di Reunion Island.

 

Terima kasih kami ucapkan kepada sahabat kami, Elise Mignot, yang telah mengundang kami mengunjungi Mauritius dan Reunion Island untuk sebuah pengalaman luar biasa tak terlupakan. Terima kasih juga kepada Richard Hein dari Studio Kapricron atas kerjasamanya dan kepada Didier Richet atas keramahtamahannya.

 

Salam Hangat,

White Shoes & The Couples Company

Aprilia Apsari – Rio Farabi – Saleh Husein – Ricky Surya Virgana – Apri Mela Prawidiyanti – John Navid

 

Contact:

Mr. Indra Ameng (Personal Manager)  +62 818 817548

E: wsatcc@gmail.com

W: whiteshoesandthecouplescompany.org

T: @wsatcc

 

Credits:

“Lembe-Lembe” (Pereybere Version). Song and Lyric by NN. Music Performed and Arranged by White Shoes & The Couples Company.  Announcer: Elise Mignot. Produced by Elise Mignot and White Shoes & The Couples Company. Recorded by Richard Hein at Studio Kapricorn, Pereybere, Maurice on September 2013. Except organ recorded by Rully Pratama Putra at ruangrupa, Jakarta on May 2014.

 

Mixed and Mastered by Ronnie Zhabreaks.

 

White Shoes & The Couples Company: Aprilia Apsari : vocal, Rio Farabi: acoustic guitar, backing vocal,  Saleh Husein: electric guitar, backing vocal, Ricky Surya Virgana: bass, backing vocal Aprimela Prawidiyanti: organ, John Navid: drums.

 

 

—————————————————————————————————————————————

 

NEW SINGLE FROM WHITE SHOES & THE COUPLES COMPANY RELEASED ON BANDCAMP

 

Jakarta, 3 March 2015,

Following the success of their EP “White Shoes & The Couples Company Menyanyikan Lagu2 Daerah”, White Shoes & The Couples Company (WSATCC) – a pop sextet from Jakarta, Indonesia – released a new single “Lembe-Lembe (Pereybere Version)” on digital format via bandcamp on 11th February 2015. This new single is an alternate version of the song “Lembe-Lembe” which already included in the EP mention above.

You can listen to it and download this new single on bandcamp:

https://whiteshoesthecouplescompany.bandcamp.com/releases

 

This is a cover song of popular Indonesian Folk Song from Maluku. Indonesian people used to learn to sing folk songs when we were studied music in elementary school. The song “Lembe-Lembe” is one of the popular one among other beautiful Indonesian folk songs.

 

This single is our tribute to Indonesian folk song and as well to the golden era in the Indonesian pop music yesteryear. We recorded this song in Studio Kapricorn which located in Pereybere at Maurice on September 2013, when we were visited the island during our show in Kaloo Bang Festival at Reunion Island.

 

Special thanks and gratitude to our dear friend Elise Mignot, who invited us to Mauritius and Reunion Island for one amazing experienced. Thanks to Richard Hein from Studio Kapricorn for the collaboration and Didier Richet for the hospitality.

 

Sincerely,

White Shoes & The Couples Company

Aprilia Apsari – Rio Farabi – Saleh Husein – Ricky Virgana – Apri Mela Prawidiyanti – John Navid

 

Contact:

Mr. Indra Ameng (Personal Manager)  +62 818 817548

E: wsatcc@gmail.com

W: whiteshoesandthecouplescompany.org

T: @wsatcc

 

 

Credits:

“Lembe-Lembe” (Pereybere Version). Song and Lyric by NN. Music Performed and Arranged by White Shoes & The Couples Company.  Announcer: Elise Mignot. Produced by Elise Mignot and White Shoes & The Couples Company. Recorded by Richard Hein at Studio Kapricorn, Pereybere, Maurice on September 2013. Except organ recorded by Rully Pratama Putra at ruangrupa, Jakarta on May 2014.

 

Mixed and Mastered by Ronnie Zhabreaks.

 

White Shoes & The Couples Company: Aprilia Apsari : vocal, Rio Farabi: acoustic guitar, backing vocal,  Saleh Husein: electric guitar, backing vocal, Ricky Surya Virgana: bass, backing vocal Aprimela Prawidiyanti: organ, John Navid: drums.

 

 WSATCC_Kapricorn_Mauritius_2013_01

White Shoes & The Couples Company with Richard Hein and Elise Mignot at Studio Kapricorn, Maurice, 2013.

 

WSATCC_Kapricorn_Mauritius_2013_03

White Shoes & The Couples Company in live recording session at Studio Kapricorn, Pereybere, Maurice. At that time Miss Mela couldn’t come with us for the trip to Maurice and Reunion Island.

 

 

Nona Sari Menyanyi Pada Mini Album Sentimental Moods

1908443_556642324466670_2692736786323325241_n

 

Dalam mempeingati Hari Pahlawan 10 November 2014, Sentimental Moods mengajak Nona Sari, vokal utama dari White Shoes & The Couples Company untuk ikut memeriahkan mini album mereka, semua lagu bisa di unduh gratis langsung di website mereka. http://sentimentalmoodsjkt.wordpress.com .

Sentimental Moods adalah band ska jazz semi instrumental pertama yang sudah berhasil merilis album dan mini album di Indonesia, band ini adalah memiliki sentuhan istimewa pada setiap arransemennya. Arransemen brass section yang mantap dan persuasif untuk berdansa.

(foto oleh Adhi Malih)

 

“BERJALAN-JALAN” Vol. 01 ~ WSATCC KONSER DI TANAH TINGAL

poster tanahtingal

poster tanahtingal

peta ke tingal.cdr

 

White Shoes & The Couples Company, Tanah Tingal dan tokove

mempersembahkan

“BERJALAN-JALAN” Vol. 01

White Shoes & The Couples Company Konser di Tanah Tingal

Konser Taman – Rilis Single “Lembe-Lembe”(Pereybere Version) – DJs –

Penjualan Merchandise – Kid’s Program – Food Vendors

 

Minggu, 28 September 2014

jam 11.00 – 18.00

Tanah Tingal Park
Jl. Merpati Raya No 32b, Jombang, Ciputat
Tangerang Selatan

(dekat stasiun Sudimara, dekat bintaro Xchange)

*look on WAZE/foursquare

 

Turut Dimeriahkan oleh penampilan dari:

Hightime Rebellion, We Love ABC, DJ Irama Nusantara

 

Tiket:  Rp 80,000,- *

–       Hanya tersedia 400 tiket

–       Untuk 200 pembeli tiket pertama akan mendapatkan satu kaset single terbaru dari

White Shoes & The Couples Company “Lembe-Lembe”(Pereybere Version, 2014)

–       Acara ini gratis untuk anak-anak berusia dibawah 12 tahun

 

Cara pembelian tiket:

–  Nomer kontak pembelian tiket:  0822 9800 8858

–  Tiket dapat dibeli secara langsung mulai 23 September 2014 di tokove JL.KEMANG SELATAN VIII no.55a, RUKO BELLEPOINT setiap harinya jam 14:00 s/d 22:00 (kecuali hari Rabu, karena libur)

–  Tiket dapat dibeli via transfer ke rekening BCA 2040.1100.57 a/n Mohammad Noer Firdaus (tiap pembelian transfer mohon lengkapi dengan info nama dari pembeli tiket untuk mempermudah pendataan dan administrasi)

 

Bring your picnic blanket, mosquito repellent, and a lot of cash

There will be food vendors, kid’s activities, canoeing and pool.

 

Salam dan Sampai Jumpa di Tanah Tingal,

White Shoes & The Couples Company

(Aprilia Apsari – Rio Farabi – Saleh Husein – Ricky Virgana – Aprimela Prawidiyanti – John Navid)

.

*** merchandise spesial dan cendera mata terbatas juga akan tersedia saat acara berlangsung

 

Informasi:

whiteshoesandthecouplescompany.org

@wsatcc

www.tanahtingal.com

musikbagus.org : “Merawat Khazanah Musik Indonesia”

“Merawat Khazanah Musik Indonesia”

oleh Denny Sakrie

Banyak orang yang tak paham bagaimana merawat khazanah budaya bangsanya sendiri. Contoh yang paling kongkret mungkin adalah musik yang menjadi bagian produk budaya pop. Kita terkadang tak menganggap musik itu adalah warisan budaya yang menjadi tameng jatidiri kita sebagai anak bangsa.

Namun untungnya tak semua anak muda melupakan akar budayanya. Contoh paling gamblang adalah White Shoes and The Couples Company yang tetap menelusuri akar musik pop Indonesia di masa lampau. Mereka kemudian merekonstruksi komposisi lagu-lagu daerah yang sempat menjadi bagian utama khazanah musik pop Indonesia pada paruh era 50an dan 60an.

Pada dasawarsa itu sebagian besar pemusik Indonesia menebar karya dalam bahasa daerah masing masing, mulai dari bahasa Jawa, Sunda, Minang, Kalimantan, Minahasa, Ambon, Bugis, Makassar hingga Papua.

Uniknya, lagu-lagu dengan beragam bahasa daerah itu ternyata bisa terkenal dan dikenal luas, misalnya ketenaran lagu “Ayam Den Lapeh,” “Lembe Lembe,” “Anging Mamiri,” “Apuse” hingga “O Ina Ni Ke Ke” dan masih banyak lagi.

Kenapa lagu-lagu daerah bisa mengangkasa ketenarannya saat itu? Ini mungkin merupakan dampak dari maklumat Presiden Soekarno yang bersikap anti Barat dan berinisiatif mengangkat budaya bangsa sendiri. Itu jelas termaktub dalam Manipol Usdek. Musik Barat bagi Bung Karno dianggap sebagai musik ngak-ngik-ngok yang tak sesuai dengan jati diri bangsa.

Saat rezim Orde Lama, mungkin masih kita ingat Manifesto Politik Republik Indonesia yang disingkat Manipol yang merupakan orasi Bung Karno pada 1959 yang kemudian oleh MPRS dikukuhkan sebagai Garis Garis Besar Haluan Negara lewat Ketetapan MPRS No.1/MPRS 1960, dimana saripatinya meliputi UUD 1945, Sosialisme Indonesia, Dermokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin dan Kepribadian Indonesia yang disingkat USDEK.

Nah, perihal Kepribadian Indonesia ini yang pada galibnya merupakan akar pangkal masalah berbudaya di negeri ini. Saya melihat ada sisi positif yang bisa dipetik dari “pengaturan” masalah kebudayaan dan perilaku berbudaya oleh Bung Karno, yaitu memberikan peluang sebesar-besarnya terhadap khazanah budaya Indonesia yang jumlahnya berlipat ganda itu. Sebetulnya ini upaya bagus dari seorang pemimpin negeri yang menaruh perhatian luar biasa dalam seni dan budaya.

Ketika pada dasawarsa 60an pemusik Barat mencari pencerahan budaya ke India sebagai representasi budaya Timur, kita malah terjengkang dengan pola budaya Barat yang oleh Bung Karno disebut sebagai ngak-ngik-ngok itu tadi.

Pelarangan dan pembreidelan memang menggangu wilayah ekspresi dan kreativitas seniman. Film Rock Around The Clock milik Bill Haley and His Comets diturunkan dan tidak boleh diputar di bioskop oleh pemerintah Orde Lama karena dianggap menggali dekadensi moral bagi kaum muda. Lagu lagu rock and roll ala Elvis Presley dilarang.

Akhirnya pemusik kita melakukan akal-akalan dimana lagu “Bengawan Solo” dibawakan dengan gaya Elvis Presley oleh Oslan Husein dengan iringan Teruna Ria. Lagu-lagu daerah Minang dibawakan dengan ragam musik Latin seperti tango maupun cha cha.

Pengaruh musik Latin dari pemusik kelahiran Barcelona bernama Xavier Cugat terasa pada khazanah musik pop era 50an hingga 60an. Dilarangnya musik Barat yang dicap ngak-ngik-ngok, juga membuat sederet pemusik melakukan eksperimentasi menyusupkan Gambang Kromong ke dalam karya-karya mereka yang sebetulnya memiliki saripati blues rock ala John Mayall seperti yang dilakukan Benyamin S di era 60an.

Musik daerah berkembang pesat, lihatlah di Jawa Barat muncul istilah Arumba yang merupakan akronim Alunan Rumpun Bambu, dimana alat-alat musik tradisional digunakan untuk mengiringi para penyanyi dengan konteks pop.

Di Manado muncul musik Kolintang, yaitu alat musik daerah yang mirip Marimba atau Xylophone mengiringi penyanyi-penyanyi pop asal Kawanua mulai dari Frans Daromez hingga Vivi Sumanti. Salah satu kelompok Kolintang asal Sulawesi Utara yang terkenal di era itu adalah Kadodaan.

Perusahaan rekaman Lokananta, Irama hingga Mesra banyak merilis lagu-lagu daerah tersebut. Momen ini kemudian ditangkap dan diolah lagi oleh White Shoes and The Couples Company yang lalu menggagas untuk merekam lima lagu-lagu daerah yang pernah ngetop pada masanya.

Bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2013 lalu kelompok White Shoes and The Couples Company meluncurkan album mini bertitel Menyanyikan Lagu-Lagu Daerah yang berisikan 5 lagu yaitu: “Jangi Janger,” “Tjangkurileung,” “Te O Rendang O,” “Lembe-Lembe,” “Tam Tam Buku.”

Secara khusus sebagian besar proses perekaman album mini ini dilakukan di studio Lokananta, Solo, Jawa Tengah secara live pada 25 – 28 Oktober 2012 yang lalu.

Ini merupakan tribut yang dilakukan White Shoes and The Couples Company bagi masa kejayaan musik pop Indonesia di era paruh 50an hingga 60an dan tentunya, Lokananta, perusahaan rekaman milik pemerintah yang berada di Solo.

Kumpulan rekaman ini ibarat buku jurnal pengalaman mereka dalam menghidupi kembali roh era emas musik pop Indonesia. Ada karya legendaris seniman Pasundan Mang Koko Koswara di “Tjangkurileung”, lagu permainan klasik Melayu “Tam Tam Buku” alias “Trang Trang Kolantrang” atau “Chock Chock Kundong”, serenada Amboina legendaris gaya Broery Marantika and the Pros pada lagu “Lembe Lembe”, serta lagu pop berbahasa Maluku yang dibesut serta dilantunkan oleh sosok yang kini sudah tak banyak yang mengetahuinya Max Lesiangi.

Apa yang dilakukan White Shoes and The Couples Company rasanya jauh dari sudut eksploitasi sensasi bermusik. Bahwa mereka adalah sosok pemusik generasi penerus yang tak mau kehilangan akar budayanya. Bahwa kita dulu pun memiliki Golden Age of Pop, memiliki puncak kejayaan musik lokal. Nasionalisme sempit yang ingin mengganyang Malaysia karena lagu “Rasa Sayange” diaku sebagai bagian dari budaya mereka jelas adalah kekonyolan yang absurd. Berbuat seperti yang dilakukan White Shoes and The Couples Company jauh lebih patriotik.

 

SUMBER: http://musikbagus.org/2014/03/merawat-khazanah-musik-indonesia/

WSATCC di depan PERFINI

10151817_10152265329234641_1929599594_n

WSATCC di depan PERFINI

Foto White Shoes & The Couples Company di depan eks gedung PERFINI Jl. Menteng Raya no. 24, Jakarta Pusat ini diabadikan oleh photographer Keke Tumbuan pada Mei 2007. PERFINI (Perusahaan Film Nasional Indonesia) adalah perusahaan produksi film yang berpusat di Jakarta, Indonesia. Perusahaan film nasional pertama ini aktif memproduksi film Indonesia pada tahun 1950 hingga 60-an. Film pertama produksi PERFINI adalah “Darah dan Doa” (1950), dengan produser Djamaludin Malik dan sutradara Usmar Ismail. Tercatat kemudian tanggal hari pertama pengambilan gambar film “Darah dan Doa” pada 30 Maret 1950, ditetapkan sebagai Hari Film Nasional. Hal ini disebabkan film tersebut dinilai sebagai film lokal pertama yang bercirikan Indonesia, juga merupakan film pertama yang benar-benar disutradarai oleh orang Indonesia asli dan diproduksi oleh perusahaan film milik orang Indonesia. Film-film lainnya yang pernah diproduksi oleh PERFINI antara lain: Enam Jam di Djogdja (1951), Lewat Djam Malam (1953), Krisis (1953), Tamu Agung (1955), Tiga Dara (1956) dan Asrama Dara (1958).

Foto ini sendiri dibuat untuk keperluan promosi acara “ENAM JAM DI CIKINI” yang kemudian diselenggarakan pada 19 Agustus 2007.Saat itu White Shoes & The Couples Company bekerjasama dengan Aksara Records, Kineforum (Komite Film Dewan Kesenian Jakarta) dan Cafe Au Lait – Cikini, menyelenggarakan program yang menggabungkan acara nonton bareng film-film nasional masa lalu dan pertunjukan musik. Acara diadakan di dua tempat berdekatan yaitu nonton film di Kineforum(saat itu berlokasi di Studio 1-TIM 21, Jl. Cikini Raya 73) dan pertunjukan musik di Cafe Au Lait(Jl. Cikini Raya 17). Pada program pertunjukan musik, White Shoes & The Couples Company menyanyikan lagu-lagu terbaru dalam format mini konser 45 menit set untuk mempromosikan single terbarunya berjudul “Aksi Kucing”(ciptaan Oey Yok Siang). Lagu ini terdapat dalam mini album White Shoes & The Couples Company “Skenario Masa Muda” yang diedarkan oleh Aksara Records pada akhir bulan Agustus 2007.
Program nonton film bareng, mengajak teman-teman menonton film-film nasional masa lalu dari koleksi lembaga arsip film Sinematek Indonesia. Dua film yang diputar adalah “Asrama Dara”(1958) dan “ Tiga Dara”(1956). Kedua film ini diproduksi oleh PERFINI dan disutradarai oleh Usmar Ismail. Program ini diadakan untuk turut membantu kampanye yang dilakukan oleh Kineforum yaitu : Menolak Hilang Ingatan: Dukungan buat Sinematek Indonesia. Kampanye ini ditujukan untuk mengumpulkan dana dan juga mengajak sebanyak mungkin orang untuk memperhatikan kelangsungan arsip film nasional dan menggunakan koleksinya .

Foto White Shoes & The Couples Company di depan eks gedung PERFINI ini kemudian juga menjadi sisipan bonus kartu pos dalam rilisan mini album “Skenario Masa Muda” versi istimewa. Saat ini gedung PERFINI Jl. Menteng Raya no. 24 sudah tidak ada, sejak beralih kepemilikan dan dibongkar pada sekitar 2010.

Surat Pemberitahuan Pembatalan Penampilan White Shoes & The Couples Company di acara ‘Ensyclomordia”

Surat Pemberitahuan Pembatalan Penampilan White Shoes & The Couples Company di acara ‘Ensyclomordia”

 

Kepada Yang Terhormat teman-teman panitia “Ensyclomordia” SMAN 1 Depok Yogyakarta dan semua teman-teman di Jogja

Pagi tadi pukul 4, rombongan White Shoes & The Couples Company tiba di bandara Soekarno Hatta bersiap untuk berangkat ke Jogja. Tapi ternyata semua penerbangan menuju Yogyakarta masih ditiadakan sampai batas waktu yang belum ditentukan.
Oleh karena itu, dengan sangat menyesal, White Shoes & The Couples Company terpaksa membatalkan penampilan kami malam ini (15 Feb 2014) di acara SMAN 1 Depok YOGYAKARTA “Ensyclomordia” di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta(TBY). Hal ini dikarenakan terjadinya bencana alam meletusnya Gunung Kelud yang mengakibatkan penutupan sementara aktifitas di bandara Adi Sucipto Yogyakarta sejak kemarin.
Tapi “The Show Must Go On”, penyelenggara acara tetap melangsungkan acara malam ini dengan tajuk Konser Amal untuk korban bencana alam Gunung Kelud, dan penampilan kami akan digantikan oleh JIKUSTIK.
Mohon Maaf sebesarnya dan Harap Maklum atas pembatalan ini. Semoga acara “Ensyclomordia” malam ini di Concert Hall TBY berlangsung dengan baik dan sukses.
Teriring doa dan dukungan  kami kepada teman-teman SMAN 1 Depok Yogyakarta untuk kelancaran acaranya dan semoga korban bencana letusan Gunung Kelud senantiasa diberi keselamatan, perlindungan, dan kesehatan.
Salam,
Indra Ameng
(Personal Manager White Shoes & The Couples Company)

VIDEO: OFFTHERECORD.FI ACOUSTIC SESSION IN FINLAND

Screen Shot 2013-09-19 at 6.57.02 AM

Having fun in Kaisaniemi park, Helsinki (Finland) during the World Village Festival 2013. We  performed some acoustic session for  OFF THE RECORD , it was very nice, the wheather is perfect, it’s out pleasure to done this project with the cool kids of Helsinki. Check their cool website offtherecord.fi

to watch our videos in Kaisaniemi park > CLICK

WSATCC TAMPIL DI DARWIN FESTIVAL, AUSTRALIA.

 

Press Release

(scroll down for English)

 

AirAsia presents White Shoes and the Couples Company - Live at Darwin Festival 1

 

Jakarta, 13 Agustus 2013,

White Shoes & The Couples Company – sekstet pop Indonesia asal Jakarta – akan mengawali debut penampilannya di Australia, dari wilayah paling atas bagian utara benua Australia yaitu kota Darwin, pada pertengahan Agustus 2013 ini. White Shoes & The Couples Company (WSATCC) dijadwalkan bermain pada 16, 17 dan 18 Agustus 2013 di Darwin Festival.

 

Darwin Festival adalah sebuah festival seni budaya yang diselenggarakan setiap tahun dengan menampilkan beragam program seni budaya seperti pertunjukan musik, tarian, teater, seni rupa, komedi dan kabaret. Event ini merupakan pesta perayaan multikultural atas keunikan kehidupan di Darwin yang terletak di ujung paling atas benua Australia dengan memanfaatkan kondisi cuaca tropis dan keindahan alam sebagai ruang pertunjukan terbukanya.

 

WSATCC akan memanfaatkan kesempatan tampil di Darwin Festival untuk mempromosikan mini album terbarunya “White Shoes & The Couples Company Menyanyikan Lagu2 Daerah” melalui interview dengan media-media di Australia, dua showcase dan satu sesi konser tunggal dalam Darwin Festival  pada 18 Agustus 2013 jam 7 malam di The Lighthouse.

http://darwinfestival.org.au/show/white-shoes-the-couples-company/

 

Perjalanan ke Australia dan pertunjukkan WSATCC di Darwin Festival kali ini disponsori oleh Air Asia, yang akan menerbangkan rombongan WSATCC melalui rute Jakarta – Bali – Darwin pada 14 Agustus 2013.

 

**Mari datang dan saksikan pertunjukkan spesial WSATCC dalam Darwin Festival 2013 di

The Light House pada Minggu, 18 Agustus 2013 jam 19.00. Tiket 36 $

 

 

White Shoes & The Couples Company adalah: Miss Sari (Vocal, Finger Snaps), Mr. Rio Farabi (acoustic guitar), Mr. Saleh Husein (electric guitar), Mr. Ricky Virgana (bass), Mrs. Mela (keyboards, viola), Mr. John (drums, vibes)

 

Follow our news at: W:   www.whiteshoesandthecouplescompany.org     T :   @wsatcc

 

 

White Shoes & the Couples Company is being presented as part of the 2013 Darwin Festival

 

Sponsor: Air Asia

Darwin Festival Principal Partner: Northern Territory Government

Darwin Festival Government Partners: Tourism Northern Territory Australia, City of Darwin

Supported by: Consulate of the Republic of Indonesia

 

 

 

 

 

White Shoes & The Couples Company is Performing at Darwin Festival, Australia

 

Jakarta, August 13, 2013,

White Shoes & The Couples Company, the Indonesian pop sextet from Jakarta, will initiate their debut performance in Australia, from the highest region of the northern part on the continent, that is the city of Darwin, this mid August of 2013. White Shoes & The Couples Company (WSATCC) is scheduled to perform on 16th, 17th, and 18th August 2013 at the Darwin Festival.

 

Darwin Festival is a yearly-celebrated art and culture festival that features a variety of cultural arts programs, such as music performances, dances, theatre, fine arts, comedy show, and cabaret. This event is a multi-cultural celebration of the uniqueness of life in Darwin, which is located at the peak of the Australian continent, using the tropical weather condition and the beauty of its nature as the open-air podium.

 

WSATCC will make the most of this opportunity of performing in Darwin Festival to promote their latest mini album “White Shoes & The Couples Company Menyanyikan Lagu2 Daerah”; by doing interviews with numerous Australian medias, performing on two showcases, and a solo concert session in Darwin Festival on 18th August 2013, 7 pm, at The Lighthouse.

http://darwinfestival.org.au/show/white-shoes-the-couples-company/

 

The trip to Australia and WSATCC’s performance at Darwin Festival this time is sponsored by Air Asia, which will fly the WSATCC ensemble through the Jakarta – Bali – Darwin route on 14th August 2013.

 

** Come and see the special performance of WSATCC in Darwin Festival 2013 at The Lighthouse, Sunday 18th August 2013, at 7 pm. Ticket: 36 $.

 

 

White Shoes & The Couples Company are: Miss Sari (Vocal, Finger Snaps), Mr. Rio Farabi (acoustic guitar), Mr. Saleh Husein (electric guitar), Mr. Ricky Virgana (bass), Mrs. Mela (keyboards, viola), Mr. John (drums, vibes)

 

Follow our news at: W:   www.whiteshoesandthecouplescompany.org     T :   @wsatcc

 

 

White Shoes & the Couples Company is being presented as part of the 2013 Darwin Festival

 

Sponsor: Air Asia

Darwin Festival Principal Partner: Northern Territory Government

Darwin Festival Government Partners: Tourism Northern Territory Australia, City of Darwin

Supported by: Consulate of the Republic of Indonesia

 

 

LIVE AT GOETHEHAUS, RILIS JURNAL WSATCC TUR EROPA 2013

POSTER

 

White Shoes & The Couples Company

LIVE AT GOETHEHAUS

Rilis Jurnal WSATCC Tur Eropa 2013

Konser Musik – Pemutaran Video

 

Jum’at, 26 Juli 2013, 19.30 WIB

di GoetheHaus

Jl. Dr Sam Ratulangi No. 9 – 15

Menteng, Jakarta Pusat

Gratis / Kapasitas 300 kursi

White Shoes & The Couples Company (WSATCC) baru saja menyelesaikan tur keduanya ke Eropa pada 23 Mei – 5 Juni 2013, dengan tampil di 4 kota di 4 negara yang berbeda: Helsinki (Finlandia), Stockholm (Swedia), Copenhagen (Denmark), dan Berlin (Jerman). Seperti kebiasaan yang kerap dilakukan oleh WSATCC selepas pulang tur, WSATCC membuat jurnal berupa majalah. Jurnal ini berisikan cerita-cerita pengalaman dan foto-foto perjalanan WSATCC selama tur. Kali ini jurnal dikemas dalam bentuk majalah 40 halaman yang dicetak sebanyak 500 eksemplar dan akan dijual untuk pertama kalinya di tempat acara.

Dalam acara Rilis Jurnal WSATCC Tur Eropa 2013 ini, WSATCC akan bermain sepanjang 90 menit dalam dua set yang berbeda dengan diselingi pemutaran video yang memuat gambar-gambar dari tur WSATCC di Eropa. 

**mini album “White Shoes & The Couples Company Menyanyikan Lagu2 Daerah” dan merchandise juga tersedia di tempat acara.

 

Informasi dan Kontak:

e: wsatcc@gmail.com

w: www.whiteshoesandthecouplescompany.org

t: @wsatcc

 

Acara ini didukung oleh:

Goethe Institute Jakarta, Demajors, Flashcomm, Tokove, Rolling Stone Indonesia, Cobra, Whiteboard Journal, Deathrockstar, Gigsplay, Jakarta beat, Provoke!, Svana Paper

 

 

MERCHANDISE T-SHIRT & JURNAL TUR EROPA 2013

Untitled-3

 


MERCHANDISE BARU

WHITE SHOES & THE COUPLES COMPANY

*  JURNAL WSATCC TUR EROPA 2013

* T-SHIRT ILUSTRASI LAGU “TAM TAM BUKU” OLEH APRILIA APSARI (Nn.SARI)

Basic CMYKBasic CMYK

 

Jurnal Eropa 2013 & T-Shirt “TAM TAM BUKU” Kini bisa di beli langsung di RURU SHOP, Jl.Tebet Timur Dalam Raya No.6, Jakarta. Pemesanan Online di hubungi langsung RURU SHOP 081290362655 (Senin-Jumat pukul 13.00-20.00)